PERINGATAN: Jangan Berkunjung ke Kawah Sikidang, Pengaturan Jalur Keluar Merugikan dan Membuat Lelah Pengunjung dipaksa berjalan memutar jauh lewat pasar; jalan pintas ditutup demi kepentingan dagang

BAKARATOBANEWS

DIENG, BANJARNEGARA 14 Juni 2026.

Masyarakat disarankan berhati-hati dan mempertimbangkan kembali jika hendak berkunjung ke kawasan wisata Kawah Sikidang, Dataran Tinggi Dieng. Pengaturan akses keluar yang diterapkan saat ini terbukti merugikan, menguras tenaga, dan tidak mempedulikan kenyamanan pengunjung.

DIENG, BANJARNEGARA 14 Juni 2026.
Masyarakat disarankan berhati-hati dan mempertimbangkan kembali jika hendak berkunjung ke kawasan wisata Kawah Sikidang, Dataran Tinggi Dieng. Pengaturan akses keluar yang diterapkan saat ini terbukti merugikan, menguras tenaga, dan tidak mempedulikan kenyamanan pengunjung.Diduga ada kesepakatan antara pengelola wisata dan pengelola pasar di sekitar lokasi. Semua gang kecil dan jalan keluar pintas yang lebih dekat sengaja ditutup rapat. Akibatnya, satu-satunya jalan yang boleh dilalui pengunjung adalah memutar mengelilingi seluruh blok pasar yang berjumlah sekitar 20 unit pertokoan.

Jalan yang harus ditempuh menjadi dua hingga tiga kali lebih panjang dari rute seharusnya. Pengunjung, baik yang dewasa, orang tua, maupun anak-anak, terpaksa berjalan jauh melewati deretan pedagang. Perjalanan yang seharusnya singkat menjadi memakan waktu lama, membuat kaki pegal, tubuh lelah, dan suasana kunjungan menjadi tidak menyenangkan.


Selain membuat cepat lelah, cara ini juga memiliki tujuan terselubung: memaksa pengunjung melihat barang dagangan dan berbelanja. Padahal pengunjung datang untuk menikmati keindahan alam, bukan untuk diputar-putar seperti harus berkeliling pasar.

Tindakan ini jelas melanggar aturan:

  1. Melanggar hak wisatawan menurut UU Kepariwisataan, karena merampas kebebasan memilih jalur dan kenyamanan
  2. Melanggar aturan perlindungan konsumen, karena memaksakan kehendak secara tidak langsung
    Membahayakan keselamatan, karena menutup jalur darurat yang bisa digunakan jika terjadi bencana atau kepadatan pengunjung

Berdasarkan keluhan yang masuk, banyak pengunjung pulang dalam keadaan lelah dan kecewa, bahkan ada yang mengaku enggan kembali lagi ke tempat itu.

Untuk itu, sampai ada perbaikan dan pembukaan kembali jalur keluar yang wajar, disarankan kepada masyarakat untuk tidak berkunjung dulu ke Kawah Sikidang. Jangan sampai liburan yang bertujuan melepas penat justru membuat tubuh semakin lelah dan hati kecewa karena diperlakukan tidak adil.

Sumber: Keluhan pengunjung dan pengamatan langsung di lokasi

Redaksi

Editor: Jessica Bakara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *